Rajab Menanam, Sya’ban Merawat, Ramadhan Menuai
Hikmah Maqolah Ulama dalam Cerita Serambi Masjid Di tengah tradisi keislaman Nusantara, kita sering mendengar ungkapan penuh makna: Rajab wulan nandur, Sya’ban wulan ngrumat, Ramadhan wulan panen. Ungkapan ini kerap disangka sebagai hadits Nabi ﷺ. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa ia adalah maqolah (ungkapan hikmah) ulama salaf , bukan hadits shahih. Meski demikian, maknanya sangat dalam dan sejalan dengan ajaran Islam tentang tahapan memperbaiki diri menjelang Ramadhan. Untuk memahaminya dengan lebih hidup, mari kita menyimak sebuah kisah kecil yang terjadi di serambi masjid, selepas shalat Isya. Baca juga: ketika lidah melukai namun tangan tak mampu mengobati Kisah di Serambi Masjid Malam itu, hujan turun perlahan. Setelah shalat Isya berjamaah, jamaah masjid satu per satu pulang. Namun tiga orang masih bertahan di serambi masjid. Mereka adalah Kiyai Dul Kamid , seorang kiai sepuh yang tutur katanya tenang; Kang Dul Hadi , santri sepuh yang kritis dan ...