Posts

Showing posts with the label inspirasi

Ketika Lidah Tajam, Namun Tangan Tak Mampu Mengobati

Image
Baca:  ketika ilmu dikalahkan oleh Nafsu Crita Serambi Masjid Malam Ahad Wengi wis rada sepi. Angin alon-alon ngelus serambi masjid. Lampu bohlam kuning madhangi telung wong sing lungguh jejeg ana serambi masjid sawise sholat Isya. Malam Ahad, wong desa wis padha bali omah, ning telung wong iki isih kober lungguh-duduk. Kiyai Dul Kamid lungguh tengah, sarungĂ© dilipet rapi, tasbih isih muter alon. Ana sisih kiwa, Mbah Dulhadi, wong sepuh sing remen mikir jero. Sisih tengen, Kang Parman, wong enom, jujur ning kadhang rada telmi. Sawise suwe meneng, Mbah Dulhadi ngresula alon. Mbah Dulhadi: “Yai… inyong kie kepikiran terus. Ana wong, cangkeme pinter nasehati wong liya. Kabeh kesalahan wong liya katon. Ning pas awake dhewek ketiban masalah, kok ya bingung dhewek. Kuwe kepriwe sejatine, Yai?” Kiyai Dul Kamid mesem tipis. TasbihĂ© mandeg sedela. Kiyai Dul Kamid: “Hehehe… Mbah, kuwe wis saka jaman mbiyen. Wong kayak kuwe ibaratĂ© nyebar peso landhep nang wong liya, ning pas dice...

Rois 'Am Terburuk Sepanjang Perjalanan

Image
langkah tergesa-gesa sang kiyai baca :   tabayun sang kiyai Sebuah organisasi keagamaan yang telah melampaui usia satu abad bukanlah bangunan biasa. Ia lahir dari peluh para ulama, tumbuh dari kesabaran para pendahulu, dan bertahan karena adab, ilmu, serta keikhlasan yang diwariskan lintas generasi. Dalam perjalanan panjang itu, organisasi ini dikenal sebagai rumah besar umat: santun dalam sikap, teduh dalam perbedaan, dan matang dalam menyikapi konflik. Sejak awal berdirinya hingga masa-masa sebelum kepemimpinan hari ini, struktur tertinggi organisasi ini bertumpu pada Syuriah—sebuah majelis luhur yang berfungsi sebagai penjaga arah keagamaan dan moral. Dipimpin oleh Rois ‘Aam, Syuriah bukan sekadar simbol, melainkan penjaga marwah, penimbang kebijakan, dan peneduh ketika badai konflik datang. Ia ibarat majelis syura, laksana senator ruhani, yang memastikan setiap langkah organisasi selaras dengan nilai agama, adab keulamaan, dan maslahat jama’ah. Dalam sejarahnya...

Tabayun Sang Kiyai

Image
baca: menemukan titik temu islah Di serambi zikir ia duduk sunyi Tasbih berputar, hati entah ke mana bersembunyi Nama Tuhan terucap berulang kali Namun sesama hamba terlewat diselami Ia meminum cahaya dari kitab suci Tapi menumpahkannya sebelum jernih di hati Palu fatwa diketuk terlalu dini Padahal hikmah belum sempat bertanya diri Umat pun terbelah seperti kaca cermin diri Sebagiannya memunguti serpih untuk berdamai kembali Sebagiannya sibuk mengagungkan bayang kursi Menyebutnya kebenaran, padahal nafsu yang diberkati Lalu datanglah sepucuk warkah resmi Berisi ajakan tabayun yang suci Seperti menutup sumur setelah bayi jatuh ke bumi Seperti menyalakan pelita ketika fajar telah mati Padahal jalan menuju pintu tak sejauh mimpi Satu lorong, satu atap, satu sajadah sufi Mengapa huruf dipilih mengganti silaturahmi? Apakah takut wajah sendiri tak sanggup ditatapi? Wahai kiyai, ilmu bukan sekadar bunyi Ia adab yang lebih dulu bersemi Tabayun bukan akhir drama diri Ia awal fana se...