Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ikhlas & Niat

Sejarah Singkat Perkembangan Ilmu Falak dalam Peradaban Islam

Gambar
​ Baca juga  penentuan awal Ramadhan apakah pada masa Nabi pernah menggunakan Hisab? Pendahuluan Pembahasan tentang penggunaan hisab dalam penentuan awal Ramadhan sering kali tidak dibedakan antara dua hal yang sangat penting, yaitu: 1. sejarah berkembangnya ilmu falak dalam peradaban Islam, dan 2. kedudukan hisab dalam hukum syariat penetapan ibadah. Karena itu, sebelum membahas batas syar‘i penggunaan hisab, penting untuk terlebih dahulu menempatkan ilmu falak dalam konteks sejarahnya secara proporsional. Awal berkembangnya ilmu falak secara sistematis Para sejarawan Muslim menjelaskan bahwa perkembangan ilmu falak secara sistematis dan terlembaga dalam dunia Islam terjadi pada masa Daulah Abbasiyah, terutama di kota Baghdad . Di kota inilah berdiri pusat penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang sangat terkenal, yaitu Bayt al-Hikma . Di lembaga ini dilakukan penerjemahan besar-besaran karya-karya ilmiah dari bahasa Yunani, Persia, dan India ke dalam...

Episode 3 Ngopi, Hujan, dan Ujian Kejujuran Hati

Gambar
​ (Jagongan Serambi Masjid – Bahasa Hati, Bagian Ketiga) Baca juga :  QOLB bahasa yang mulai asing di zaman ramai episode 2 bahasa qolb yang mulai terlupa Hujan belum juga berhenti. Rintiknya kini lebih halus, namun lebih rapat. Selepas jamaah Isya, serambi masjid kembali ramai—kali ini oleh aroma kopi tubruk yang mengepul dari gelas-gelas kecil. Kang Dul Hadi sibuk mengaduk kopi. Kang Dul Hadi: Ngopi niki penting, Kyai. Biar obrolan niku melek. Nek ora, sing melek mung hujane. Tawa kecil menyebar. Kyai Dul Kamid tersenyum sambil merapatkan sarung. Kyai Dul Kamid: Kopi iku kaya ilmu, Dul. Nek kakehan, deg-degan. Nek pas, dadi terang. Rizal tak menunggu lama. Wajahnya tampak lebih serius dari malam-malam sebelumnya. Pertanyaan yang Mulai Menusuk Baca juga:  Rajab menanam Sya'ban merawat Ramadhan menuai Rizal: Kyai… menawi basa ati iku penting, napa kathah wong sing rumangsa “sudah tulus”, nanging isih gawe lara ati wong liya? Kyai Dul Kamid terdiam sejenak. Tasbih d...