"Ketika ‘Melihat’ Dipaksa Menjadi ‘Menghitung’: Drama Tahunan Ramadhan dan Kekeliruan Membaca Hadis”
Baca juga Ilmu Falak dalam sejarah Islam dan batasannya dalam penentuan Awal Ramadhan Analisis Mantik (Logika) terhadap Argumentasi Hisab Modern dalam Penetapan Awal Bulan Hijriyah Pembuka: Satu Negara, Dua Lebaran Malam itu, Indonesia kembali terbelah—bukan karena politik, tapi karena hilal. Di layar televisi, sidang isbat berlangsung tegang. Para ulama, ahli falak, dan pejabat duduk berjam-jam menunggu laporan rukyat dari berbagai titik. Di luar sana: Sebagian warga NU menanti kabar rukyat Sebagian warga Muhammadiyah sudah lebih dulu mengumumkan besok adalah hari raya Di satu masjid: takbir bergema. Di masjid sebelah: imam masih memimpin tarawih. Anak kecil bertanya: “Kok Lebarannya beda, Pak?” Ayahnya terdiam. Lalu datang jawaban yang sering terdengar “ilmiah”: “Hadis bilang ru’yah, tapi ru’yah itu bisa berarti mengetahui. Jadi hisab juga termasuk.” Masalahnya: Benarkah ilmu bahasa dan syariat membenarkan itu? Masalah Inti: Bukan Metode, Tapi Cara Membaca Teks Hadis...