Postingan

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih dalam Perspektif Hadis dan Fiqh Klasik

Gambar
Baca juga :  shalat tarawih dalam Kajian historis ABSTRAK Perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih merupakan salah satu diskursus fiqh yang berkembang dalam tradisi keilmuan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji persoalan jumlah rakaat shalat Tarawih dengan menelaah sumber-sumber hadis dan literatur fiqh klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis hadis-hadis terkait shalat malam, penjelasan para ulama hadis, serta praktik shalat Tarawih pada masa sahabat dan generasi awal Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak terdapat penetapan jumlah rakaat shalat Tarawih secara eksplisit dari Nabi Muhammad ï·º. Praktik shalat Tarawih berkembang dalam kerangka ijtihad para sahabat, khususnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, dan kemudian diterima luas dalam tradisi fiqh klasik. Artikel ini menegaskan bahwa perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih merupakan bagian dari dinamika pemahaman keagamaan yang memiliki dasar histori...

SHALAT TARAWIH Kajian Historis dan Fiqih tentang Asal-Usul, Legitimasi, dan Perbedaan Jumlah Rakaat

Gambar
Baca juga apakah Penentuan awal Ramadhan dengan hisab bisa di analogikan dengan jadwal waktu sholat? Abstrak Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang secara khusus dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadhan. Dalam praktiknya, terjadi perbedaan pendapat di tengah umat Islam mengenai jumlah rakaat shalat tarawih, khususnya antara delapan rakaat dan dua puluh rakaat, bahkan lebih. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji secara historis dan fiqih asal-usul shalat tarawih, praktik pelaksanaannya sejak masa Nabi Muhammad ï·º, masa sahabat, hingga pandangan para ulama, dengan merujuk kepada sumber-sumber primer dari kitab-kitab hadits dan fiqih klasik. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif dan proporsional terhadap perbedaan yang ada, serta menempatkannya dalam kerangka manhaj Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. Kata kunci: Shalat Tarawih, Qiyam Ramadhan, Umar bin al-Khattab, Ijma‘ Sahabat, Jumlah Rakaat. Pendahuluan Shalat tarawih merupakan salah satu syiar Islam ya...

Apakah Penentuan Awal Ramadhan dengan Hisab Bisa Dianalogikan dengan Jadwal Waktu Shalat?

Gambar
​ (Hisab dan Rukyat – Bagian 2) Baca juga  sejarah singkat perkembangan Ilmu Falak Pembuka Tulisan ini merupakan pembahasan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang penetapan awal Ramadhan dengan rukyat dan kedudukan hisab dalam syariat. Pada tulisan lanjutan ini, penulis akan membahas satu pertanyaan yang sangat sering dijadikan dalih, yaitu: apakah penentuan awal Ramadhan dengan hisab tanpa rukyat dapat disamakan dengan penentuan jadwal waktu shalat yang juga menggunakan perhitungan astronomi? Pertanyaan ini penting dijawab secara ilmiah, agar perbedaan ini tidak hanya dipahami secara emosional, tetapi berdasarkan kaidah fikih para ulama. Perbedaan Mendasar antara Waktu Shalat dan Awal Ramadhan Masalah utama yang sering terlewat adalah perbedaan antara: sebab ibadah (sabab syar‘i) dan  alat untuk mengetahui sebab tersebut. Di sinilah letak perbedaan pokok antara waktu shalat dan awal Ramadhan. Baca juga  Ilmu Falak dalam sejarah Islam Sebab Masuknya Waktu Sh...

​Ilmu Falak dalam Sejarah Islam dan Batasannya dalam Penentuan Awal Ramadhan

Gambar
(Menempatkan Hisab sebagai Ilmu, Bukan sebagai Pengganti Nash Syar‘i) Baca juga  Sejarah singkat perkembangan ilmu Falak dalam dunia Islam Pendahuluan Perbedaan pendapat tentang penentuan awal dan akhir Ramadhan sering kali muncul karena tidak dibedakannya antara dua hal yang sangat berbeda, yaitu: 1. sejarah berkembangnya ilmu falak (astronomi) dalam peradaban Islam, dan 2. hukum syar‘i tentang sebab dimulainya ibadah puasa. Sebagian orang beranggapan bahwa karena umat Islam telah lama menguasai ilmu falak, maka penentuan awal Ramadhan pun selayaknya dapat ditetapkan dengan hisab. Tulisan ini berupaya menjelaskan secara singkat namun utuh: bagaimana sebenarnya sejarah berkembangnya ilmu falak dalam dunia Islam, apa fungsi hakikinya bagi umat, serta mengapa para ulama tidak menjadikan hisab sebagai pengganti nash syar‘i dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Baca juga  penjelasan singkat perbedaan waktu magrib Sejarah Singkat Berkembangnya Ilmu Falak di D...

Sejarah Singkat Perkembangan Ilmu Falak dalam Peradaban Islam

Gambar
​ Baca juga  penentuan awal Ramadhan apakah pada masa Nabi pernah menggunakan Hisab? Pendahuluan Pembahasan tentang penggunaan hisab dalam penentuan awal Ramadhan sering kali tidak dibedakan antara dua hal yang sangat penting, yaitu: 1. sejarah berkembangnya ilmu falak dalam peradaban Islam, dan 2. kedudukan hisab dalam hukum syariat penetapan ibadah. Karena itu, sebelum membahas batas syar‘i penggunaan hisab, penting untuk terlebih dahulu menempatkan ilmu falak dalam konteks sejarahnya secara proporsional. Awal berkembangnya ilmu falak secara sistematis Para sejarawan Muslim menjelaskan bahwa perkembangan ilmu falak secara sistematis dan terlembaga dalam dunia Islam terjadi pada masa Daulah Abbasiyah, terutama di kota Baghdad . Di kota inilah berdiri pusat penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang sangat terkenal, yaitu Bayt al-Hikma . Di lembaga ini dilakukan penerjemahan besar-besaran karya-karya ilmiah dari bahasa Yunani, Persia, dan India ke dalam...

Penjelasan singkat perbedaan waktu Maghrib antara jadwal edaran Purbalingga (PCNU atau Kemenag yang di jadikan pedoman Masjid, Mushola, Radio/TV) dan aplikasi ASR berpedoman BMKG

Gambar
Baca juga  penentuan awal Ramadhan apakah pada masa Nabi menggunakan Hisab? Pada prinsipnya, semua jadwal sholat yang kita gunakan sama-sama bersumber dari ilmu falak (hisab astronomi), yaitu ilmu yang menghitung posisi matahari untuk menentukan masuknya waktu sholat. Dalam ilmu falak dijelaskan bahwa: Masuk waktu Maghrib adalah ketika matahari benar-benar terbenam di ufuk (ghurÅ«b al-syams). Inilah dasar yang dipakai oleh para ulama dan para ahli falak. Secara ilmiah, perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan: • lintang tempat (latitude), • bujur tempat (longitude), • ketinggian lokasi, • serta data posisi matahari (ephemeris). Baca juga :  ketika ilmu dikalahkan nafsu 1. Jadwal edaran waktu sholat Purbalingga (PCNU atau Kemenag) Jadwal edaran yang biasa digunakan oleh takmir dan masyarakat di wilayah Purbalingga disusun dengan titik koordinat acuan wilayah kabupaten. Artinya: • satu titik koordinat mewakili wilayah Purbalingga secara um...

Penentuan Awal Ramadhan: Apakah Pada Masa Nabi ï·º Pernah Berpuasa dengan Hisab Tanpa Rukyat? Dan Bagaimana Menilai Klaim Bid‘ah dalam Penggunaan Hisab?

Gambar
Baca juga  ramadhan bukan tentang siapa Pendahuluan Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan atas setiap muslim yang telah mukallaf. Ibadah ini memiliki sebab (sabab) syar‘i yang jelas, yaitu masuknya bulan Ramadhan. Karena ia termasuk ibadah mahdhah, maka cara penetapan awal waktunya tidak boleh dilepaskan dari nash. Pertanyaan yang sering muncul di tengah umat adalah: Apakah pada masa Nabi ï·º pernah memulai puasa Ramadhan dengan metode hisab tanpa rukyat? Dan jika tidak, bagaimana kedudukan penggunaan hisab dalam perspektif syariat? 1. Apakah pada masa Nabi ï·º pernah memulai puasa dengan hisab tanpa rukyat? Baca juga  musibah yang menggerakkan langit dan bumi Jawabannya: Tidak pernah terdapat satu pun riwayat sahih yang menunjukkan bahwa Nabi ï·º atau para sahabat memulai puasa Ramadhan dengan hisab. Justru yang diriwayatkan secara mutawatir makna adalah perintah rukyat. Rasulullah ï·º bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena meli...