BANTAHAN ILMIAHTERHADAP KLAIM PEMBATASAN KAIFIYAH WITIR TIGA RAKAAT(Telaah Hadits Shahih, Atsar Salaf, dan Kaidah Istidlāl)
Baca juga : jumlah raka'at tarawih dalam perspektif hadis dan dan fikih klasik Pendahuluan Di tengah umat Islam, muncul klaim dari sebagian pihak bahwa shalat witir tiga rakaat yang sesuai sunnah hanyalah dengan satu salam, sedangkan bentuk dua rakaat salam kemudian satu rakaat salam dianggap tidak sesuai sunnah, bahkan dinilai menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ. Klaim ini menimbulkan dua masalah serius: Menyempitkan perkara yang diluaskan oleh Nabi ﷺ Menafikan praktik sahabat dan ijma’ ulama salaf Tulisan ini bertujuan membantah klaim tersebut secara ilmiah, dengan kembali kepada hadits shahih, atsar sahabat, dan kaidah istidlāl yang mu’tabar. 1. Kesalahan Metodologis: Mengabaikan Kaidah Umum Shalat Malam Salah satu kesalahan mendasar dalam klaim tersebut adalah mengabaikan kaidah induk shalat malam yang ditegaskan langsung oleh Nabi ﷺ. Dalil Hadits صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَىٰ مَثْنَىٰ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّىٰ رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّ...