Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ramadhan

“Pelajaran dari Pondok: Antara Ilmu Tinggi dan Taat pada Pemerintah”

Gambar
Baca juga  Analisis mantik (logika) terhadap argumentasi hisab Saya masih ingat betul masa-masa mondok di daerah  Kediri . Seperti kebanyakan santri, saya sering melewati hari raya di pondok—jauh dari keluarga, tapi dekat dengan pelajaran hidup yang tak ternilai. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika terjadi perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 1995. Saat itu, pemerintah telah mengumumkan bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Jumat. Namun, di sisi lain, ada sebagian organisasi dan beberapa pondok yang memiliki hasil hisab berbeda. Di pondok saya, ada seorang ustadz ahli ilmu falak. Keilmuannya luar biasa—seolah-olah perhitungan langit itu sudah di luar kepala beliau. Beliau ikut menghitung penentuan Idul Fitri saat itu, dan hasilnya berbeda: menurut hisab beliau, Idul Fitri jatuh pada hari Kamis. Secara ilmiah, hitungan itu kuat. Secara logika, bisa dipertanggungjawabkan. Namun, cerita tidak berhenti di situ. Hasil tersebut kemudian sampai k...

Kisah Para Salaf dalam Mencari dan Mendapatkan Lailatul Qadar Para ulama dan generasi salaf sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar

Gambar
Baca juga  Lailatul Qadar keutamaan hikmah dan cara menghidupkannya Para ulama dan generasi salaf sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Banyak riwayat dalam kitab klasik yang menggambarkan kesungguhan mereka. 1. Kisah Umar bin Khattab Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Ibnu Rajab meriwayatkan: كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ اجْتِهَادًا شَدِيدًا Artinya: “Umar bin Khattab bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang besar.” Referensi Ibn Rajab, Lathaif Al-Ma'arif, hlm 338. 2. Kisah Ibnu Abbas Ibnu Abbas pernah menafsirkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27. هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ Artinya: “Lailatul Qadar adalah malam ke-27.” Referensi Ibnu Hajar, Fathul Bari, Juz 4 hlm 260. 3. Kisah Ubay bin Ka'ab Ubay bin Ka...

Lailatul Qadar: Keutamaan, Hikmah, dan Cara Menghidupkannya Menurut Al-Qur'an dan Ulama

Gambar
Baca juga  puasa dan budaya nyinyir Muqaddimah Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat Allah. Di antara keistimewaan terbesar bulan ini adalah adanya Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam tersebut Allah menurunkan Al-Qur'an dan melimpahkan berbagai rahmat serta ampunan kepada hamba-Nya yang beribadah. Karena itu Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah. Beliau bersabda: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”¹ Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”² Oleh karena itu para ulama menegaskan bahwa m...

Nuzulul Qur’an dan Sejarah Kitab-Kitab Allah

Gambar
Baca juga  kafarat bagi orang yang sengaja membatalkan puasa Pendahuluan Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menengok kembali perjalanan wahyu Allah dalam sejarah kenabian. Al-Qur’an tidak hadir dalam ruang kosong, melainkan sebagai puncak dari rangkaian panjang kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya. Allah berfirman: ﴿وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا﴾ “Dan tidak mungkin bagi seorang manusia bahwa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan wahyu, atau dari balik tabir, atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat).” (QS. Asy-Syura: 51)[2] Sebagian wahyu dihimpun dalam bentuk kitab suci. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa semua kitab Allah membawa misi utama tauhid, meskipun rincian syariatnya berbeda sesuai kondisi umat dan zamannya. Kitab-Kitab Allah dalam Lintasan Sejarah 1. Shuhuf Ibrahim Tentang Shuhuf Ibrahim, Allah berf...

Ramadhan Bukan Tentang Siapa yang Paling Rajin Ibadah, Tapi Siapa yang Paling Ikhlas Berubah

Gambar
Baca juga  musibah yang menggerakkan langit dan bumi Ramadhan selalu datang dengan wajah yang indah. Masjid menjadi lebih ramai, lantunan tilawah terdengar di banyak sudut, dan media sosial dipenuhi dengan nasihat kebaikan. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan kepada diri sendiri: Apakah Ramadhan ini benar-benar mengubah hati kita… atau hanya mengubah rutinitas kita? Sering kali kita sibuk menghitung berapa rakaat yang sudah kita kerjakan, berapa juz yang sudah kita baca, dan berapa agenda ibadah yang sudah kita penuhi. Tetapi kita lupa menengok ke dalam diri. Ramadhan bukan tentang siapa yang terlihat paling rajin beribadah. Ramadhan adalah tentang siapa yang paling jujur ingin berubah. Ketika ibadah perlahan berubah menjadi ajang penilaian Baca juga  qolb bahasa yang mulai asing Tanpa kita sadari, suasana Ramadhan terkadang membuat kita mudah membandingkan diri dengan orang lain. Kita mulai merasa lebih baik karena lebih sering ke masjid. ...