Kisah Para Salaf dalam Mencari dan Mendapatkan Lailatul QadarPara ulama dan generasi salaf sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar
Baca juga
Para ulama dan generasi salaf sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Banyak riwayat dalam kitab klasik yang menggambarkan kesungguhan mereka.
1. Kisah Umar bin Khattab
Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sangat bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir.
Ibnu Rajab meriwayatkan:
كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ اجْتِهَادًا شَدِيدًا
Artinya:
“Umar bin Khattab bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang besar.”
Referensi
Ibn Rajab, Lathaif Al-Ma'arif, hlm 338.
2. Kisah Ibnu Abbas
Ibnu Abbas pernah menafsirkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27.
هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya:
“Lailatul Qadar adalah malam ke-27.”
Referensi
Ibnu Hajar, Fathul Bari, Juz 4 hlm 260.
3. Kisah Ubay bin Ka'ab
Ubay bin Ka'ab bersumpah bahwa Lailatul Qadar adalah malam ke-27.
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ
Artinya:
“Demi Allah, aku benar-benar mengetahui malam itu.”
Referensi
HR Muslim.
4. Kisah Imam Malik
Imam Malik sangat memuliakan sepuluh malam terakhir Ramadhan.
كَانَ مَالِكٌ إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ اجْتَهَدَ فِي الْعِبَادَةِ
Artinya:
“Imam Malik apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
Referensi
Ibn Abdil Barr, At-Tamhid, Juz 7 hlm 150.
5. Kisah Imam Sufyan Ats-Tsauri
Beliau lebih memilih doa daripada shalat ketika Lailatul Qadar.
الدُّعَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ
Artinya:
“Doa pada malam itu lebih aku sukai.”
Referensi
Ibn Rajab, Lathaif Al-Ma'arif hlm 341.
6. Kisah Imam Asy-Syafi'i
Imam Syafi'i berkata:
أُحِبُّ أَنْ يَكُونَ اجْتِهَادُهُ فِي كُلِّ لَيَالِي الْعَشْرِ
Artinya:
“Aku menyukai seseorang bersungguh-sungguh pada seluruh malam sepuluh terakhir.”
Referensi
Al-Baihaqi, Ma'rifat As-Sunan, Juz 6 hlm 386.
7. Kisah Imam Ahmad
Imam Ahmad sangat memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut.
Referensi
Ibn Rajab, Lathaif Al-Ma'arif hlm 339.
8. Kisah Hasan Al-Bashri
Hasan Al-Bashri berkata:
اطْلُبُوهَا فِي كُلِّ لَيَالِي الْعَشْرِ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada seluruh malam sepuluh terakhir.”
Referensi
Tafsir Ibn Katsir.
9. Kisah Ibrahim An-Nakha'i
Beliau menghidupkan seluruh malam sepuluh terakhir.
Referensi
Ibn Rajab, Lathaif Al-Ma'arif.
Baca juga
10. Kisah Imam Al-Ghazali
Beliau menganjurkan untuk menghidupkan seluruh malam terakhir Ramadhan.
Referensi
Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.
Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar Menurut Ulama
Sebagian ulama menyebutkan beberapa tanda bagi orang yang mendapatkan keberkahan malam tersebut.
1. Hatinya merasakan ketenangan yang luar biasa
Ibnu Rajab berkata:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ السَّلَامِ
“Malam Lailatul Qadar adalah malam kedamaian.”
Referensi
Lathaif Al-Ma'arif.
2. Muncul rasa khusyuk dalam ibadah
3. Air mata mudah mengalir ketika berdoa
4. Hati menjadi sangat lembut
5. Merasakan kedekatan dengan Allah
6. Ibadah terasa ringan
7. Timbul keinginan kuat untuk bertaubat
8. Merasakan kebahagiaan spiritual
9. Meningkatnya kecintaan kepada Al-Qur'an
10. Setelah Ramadhan tetap istiqamah dalam ibadah
Imam Ibn Rajab berkata:
مِنْ عَلَامَةِ قَبُولِ الْعَمَلِ اسْتِمْرَارُ الطَّاعَةِ بَعْدَهُ
“Di antara tanda diterimanya amal adalah terus melakukan ketaatan setelahnya.”
Referensi
Lathaif Al-Ma'arif.
Amalan Para Sahabat Ketika Mencari Lailatul Qadar
Baca juga
Para sahabat Nabi ﷺ memiliki kebiasaan khusus dalam mencari Lailatul Qadar.
1. Menghidupkan seluruh malam dengan shalat
Aisyah berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ
“Ketika masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi menghidupkan malamnya dengan ibadah.”
Referensi
HR Bukhari dan Muslim.
2. Membangunkan keluarga
Dalam hadis disebutkan:
وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Beliau membangunkan keluarganya.”
Referensi
HR Bukhari.
3. I'tikaf di masjid
Para sahabat mengikuti sunnah Nabi dengan beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir.
Referensi
HR Bukhari.
4. Memperbanyak doa
Doa yang paling dianjurkan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
5. Memperbanyak membaca Al-Qur'an
Penutup
Generasi salaf memberikan teladan yang luar biasa dalam mencari Lailatul Qadar. Mereka menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan berbagai ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, doa, dzikir, dan i'tikaf.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh dalam mencari malam yang agung ini, karena pada malam tersebut Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keberkahan yang sangat besar kepada hamba-hamba-Nya.
Wallahua'lam bishawab
Baca juga
#Lailatul Qadar
#Malam Lailatul Qadar
#Keutamaan Lailatul Qadar
#Tanda Lailatul Qadar
#Amalan Lailatul Qadar
#Doa Lailatul Qadar
#Malam 1000 bulan
#Keutamaan Ramadhan
#Amalan Ramadhan
#10 malam terakhir Ramadhan
#Qiyamul Lail Ramadhan
#I'tikaf Ramadhan
#Turunnya Malaikat Lailatul Qadar
#Tafsir surat Al Qadr
#Keutamaan malam Ramadhan
#Kisah Salaf Ramadhan
#Dalil Lailatul Qadar
#Hadis Lailatul Qadar
#Rahasia Lailatul Qadar
#Hikmah Lailatul Qadar
#Keutamaan malam 27 Ramadhan
#Amalan Nabi di Ramadhan
#Kajian Ramadhan
#Keutamaan ibadah malam
#Ibadah di malam Ramadhan
#Keutamaan Al Quran di Ramadhan
Komentar
Posting Komentar