Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hadis

**Keutamaan Shalat di Masjidil Haram: Antara Teks Hadis dan Perluasan Makna “Al-Masjid al-Haram”**

Gambar
Baca juga  FATWA ULAMA LINTAS MADZHABTentang Penetapan Awal Ramadhan dengan Hisab Tanpa Rukyat dan Sikap terhadap Keputusan Penguasa Pendahuluan Di antara hadis yang paling sering dikutip dalam pembahasan keutamaan tempat ibadah adalah sabda Nabi ﷺ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةٍ فِي مَسْجِدِي بِمِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ “Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada shalat di masjidku dengan seratus ribu kali lipat.” (HR. Ibnu Majah) Hadis ini secara lahir menunjukkan adanya pelipatan pahala luar biasa yang terkait dengan tempat. Namun, para ulama berbeda pendapat: Apakah yang dimaksud “Masjidil Haram” dalam hadis ini hanya bangunan masjid, atau seluruh wilayah Tanah Haram (Mak...

"Ketika ‘Melihat’ Dipaksa Menjadi ‘Menghitung’: Drama Tahunan Ramadhan dan Kekeliruan Membaca Hadis”

Gambar
Baca juga  Ilmu Falak dalam sejarah Islam dan batasannya dalam penentuan Awal Ramadhan Analisis Mantik (Logika) terhadap Argumentasi Hisab Modern dalam Penetapan Awal Bulan Hijriyah Pembuka: Satu Negara, Dua Lebaran Malam itu, Indonesia kembali terbelah—bukan karena politik, tapi karena hilal. Di layar televisi, sidang isbat berlangsung tegang. Para ulama, ahli falak, dan pejabat duduk berjam-jam menunggu laporan rukyat dari berbagai titik. Di luar sana: Sebagian warga NU menanti kabar rukyat Sebagian warga Muhammadiyah sudah lebih dulu mengumumkan besok adalah hari raya Di satu masjid: takbir bergema. Di masjid sebelah: imam masih memimpin tarawih. Anak kecil bertanya: “Kok Lebarannya beda, Pak?” Ayahnya terdiam. Lalu datang jawaban yang sering terdengar “ilmiah”: “Hadis bilang ru’yah, tapi ru’yah itu bisa berarti mengetahui. Jadi hisab juga termasuk.” Masalahnya: Benarkah ilmu bahasa dan syariat membenarkan itu? Masalah Inti: Bukan Metode, Tapi Cara Membaca Teks Hadis...

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih dalam Perspektif Hadis dan Fiqh Klasik

Gambar
Baca juga :  shalat tarawih dalam Kajian historis ABSTRAK Perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih merupakan salah satu diskursus fiqh yang berkembang dalam tradisi keilmuan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji persoalan jumlah rakaat shalat Tarawih dengan menelaah sumber-sumber hadis dan literatur fiqh klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis hadis-hadis terkait shalat malam, penjelasan para ulama hadis, serta praktik shalat Tarawih pada masa sahabat dan generasi awal Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak terdapat penetapan jumlah rakaat shalat Tarawih secara eksplisit dari Nabi Muhammad ﷺ. Praktik shalat Tarawih berkembang dalam kerangka ijtihad para sahabat, khususnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, dan kemudian diterima luas dalam tradisi fiqh klasik. Artikel ini menegaskan bahwa perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih merupakan bagian dari dinamika pemahaman keagamaan yang memiliki dasar histori...