Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bid’ah dalam Ibadah

Penjelasan singkat perbedaan waktu Maghrib antara jadwal edaran Purbalingga (PCNU atau Kemenag yang di jadikan pedoman Masjid, Mushola, Radio/TV) dan aplikasi ASR berpedoman BMKG

Gambar
Baca juga  penentuan awal Ramadhan apakah pada masa Nabi menggunakan Hisab? Pada prinsipnya, semua jadwal sholat yang kita gunakan sama-sama bersumber dari ilmu falak (hisab astronomi), yaitu ilmu yang menghitung posisi matahari untuk menentukan masuknya waktu sholat. Dalam ilmu falak dijelaskan bahwa: Masuk waktu Maghrib adalah ketika matahari benar-benar terbenam di ufuk (ghurūb al-syams). Inilah dasar yang dipakai oleh para ulama dan para ahli falak. Secara ilmiah, perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan: • lintang tempat (latitude), • bujur tempat (longitude), • ketinggian lokasi, • serta data posisi matahari (ephemeris). Baca juga :  ketika ilmu dikalahkan nafsu 1. Jadwal edaran waktu sholat Purbalingga (PCNU atau Kemenag) Jadwal edaran yang biasa digunakan oleh takmir dan masyarakat di wilayah Purbalingga disusun dengan titik koordinat acuan wilayah kabupaten. Artinya: • satu titik koordinat mewakili wilayah Purbalingga secara um...

Penentuan Awal Ramadhan: Apakah Pada Masa Nabi ﷺ Pernah Berpuasa dengan Hisab Tanpa Rukyat? Dan Bagaimana Menilai Klaim Bid‘ah dalam Penggunaan Hisab?

Gambar
Baca juga  ramadhan bukan tentang siapa Pendahuluan Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan atas setiap muslim yang telah mukallaf. Ibadah ini memiliki sebab (sabab) syar‘i yang jelas, yaitu masuknya bulan Ramadhan. Karena ia termasuk ibadah mahdhah, maka cara penetapan awal waktunya tidak boleh dilepaskan dari nash. Pertanyaan yang sering muncul di tengah umat adalah: Apakah pada masa Nabi ﷺ pernah memulai puasa Ramadhan dengan metode hisab tanpa rukyat? Dan jika tidak, bagaimana kedudukan penggunaan hisab dalam perspektif syariat? 1. Apakah pada masa Nabi ﷺ pernah memulai puasa dengan hisab tanpa rukyat? Baca juga  musibah yang menggerakkan langit dan bumi Jawabannya: Tidak pernah terdapat satu pun riwayat sahih yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ atau para sahabat memulai puasa Ramadhan dengan hisab. Justru yang diriwayatkan secara mutawatir makna adalah perintah rukyat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena meli...