Episode 3 Ngopi, Hujan, dan Ujian Kejujuran Hati
(Jagongan Serambi Masjid – Bahasa Hati, Bagian Ketiga) Baca juga : QOLB bahasa yang mulai asing di zaman ramai episode 2 bahasa qolb yang mulai terlupa Hujan belum juga berhenti. Rintiknya kini lebih halus, namun lebih rapat. Selepas jamaah Isya, serambi masjid kembali ramai—kali ini oleh aroma kopi tubruk yang mengepul dari gelas-gelas kecil. Kang Dul Hadi sibuk mengaduk kopi. Kang Dul Hadi: Ngopi niki penting, Kyai. Biar obrolan niku melek. Nek ora, sing melek mung hujane. Tawa kecil menyebar. Kyai Dul Kamid tersenyum sambil merapatkan sarung. Kyai Dul Kamid: Kopi iku kaya ilmu, Dul. Nek kakehan, deg-degan. Nek pas, dadi terang. Rizal tak menunggu lama. Wajahnya tampak lebih serius dari malam-malam sebelumnya. Pertanyaan yang Mulai Menusuk Baca juga: Rajab menanam Sya'ban merawat Ramadhan menuai Rizal: Kyai… menawi basa ati iku penting, napa kathah wong sing rumangsa “sudah tulus”, nanging isih gawe lara ati wong liya? Kyai Dul Kamid terdiam sejenak. Tasbih d...