Lebih Baik mana Dari Pada,...???


Suatu hari sahabat Anas bin Malik Radliyallahu Anhu. bertanya kepada Rosululah Shallallahu Alayhi Wasallama: Wahai Rasullulah, lebih anda sukai mana roti yang aku sedekahkan atau 100 rakaat sholat sunah?

Rasulullah menjawab: Roti yang kamu sedekahkan, lebih aku sukai dari pada sholat sunnah 200 rakaat

Aku (Sahabat Anas RA.) bertanya lagi: Wahai Rasulullah lebih anda sukai mana mendatangi hajat orang muslim atau sholat sunnah 100 rakaat?

Rasullulah menjawab: Mendatangi hajat orang muslim itu lebih aku sukai dari pada sholat sunnah 1000 rakaat.

Aku bertanya lagi: Mana yang lebih anda sukai, meninggalkan satu suapan dari barang haram atau 1000 rakaat sholat sunnah?

Rasullulah menjawab: Meninggalkan satu suapan dari barang haram itu lebih aku sukai dari pada sholat sunnah 2000 rakaat.

Sahabat Anas bertanya lagi: Wahai Rasullulah, lebih anda sukai mana, meninggalkan ghibah (b. Jawa: ngerasani) atau 1.000 rakaat sholat sunnah?

Rasullulah menjawab: Meninggalkkan menggunjing itu lebih aku sukai dari pada sholat sunnah 10.000 rakaat.

Sahabat Anas bertanya: Wahai Rasullulah, lebih anda sukai mana, mendatangi hajat janda miskin atau 10.000 rakaat sholat sunnah?

Rasullulah menjawab: Mendatangi hajat janda miskin itu lebih aku sukai dari pada sholat sunnah 30.000 rakaat

Sahabat Anas bertanya lagi: Wahai Rasullulah, lebih anda sukai mana, duduk bersama keluarga atau duduk di dalam Masjid (Selain Jamaah)?

Rosululah menjawab: Duduk satu jam di samping keluarga itu, lebih aku sukai dari pada  i’tikaf di Masjidku ini (Masjid Nabawi).

Sahabat Anas bertanya: Wahai Rasullulah, lebih anda sukai mana, nafaqoh (menafkahi) keluarga atau nafaqoh/menasarufkan harta untuk Sabilillah/jalan Allah?

Rasullulah menjawab: Dirham yang laki-laki nafkahkan untuk keluarganya, lebih aku sukai daripada seribu Dinar yang ia nafkahkan untuk Sabilillah.

Sahabat Anas bertanya: Wahai Rosulullah, lebih anda sukai mana, membaiki orang tua/Birrul Walidain ataukah ibadah 1000 tahun,

Rasullulah menjawab: Hai Anas, telah datang Agama yang haq! Dan kebatilan akan hancur. Sungguh! kebatilan akan hancur. Karenanya, aku lebih suka Birrul Walidain daripada ibadah dua juta tahun.
 
Tanbihul ghofilin hal:126-127 karya: As-Syaikh an-Nasr bin Muhammad bin Ibrohim as-Samarqondi


Wallahu A’lam bis-Shawaab

Baca topik iki: 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN ILMIAHTERHADAP KLAIM PEMBATASAN KAIFIYAH WITIR TIGA RAKAAT(Telaah Hadits Shahih, Atsar Salaf, dan Kaidah Istidlāl)

Penjelasan singkat perbedaan waktu Maghrib antara jadwal edaran Purbalingga (PCNU atau Kemenag yang di jadikan pedoman Masjid, Mushola, Radio/TV) dan aplikasi ASR berpedoman BMKG

RIZKI, ASAP ROKOK, DAN KETELA GORENG PANAS