“Bagaimana Nabi Muhammad ﷺ Pertama Kali Melaksanakan Shalat Id di Madinah? Sejarah, Praktik Sahabat, dan Sunnah Hari Raya”

Baca juga 

Pendahuluan
Setelah Islam menetapkan dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha sebagai pengganti perayaan jahiliyah, Nabi Muhammad ﷺ kemudian mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara merayakan hari raya tersebut sesuai dengan tuntunan syariat.
Hari raya dalam Islam bukan sekadar hari libur atau pesta, tetapi merupakan ibadah dan syiar agama yang memiliki aturan dan sunnah tersendiri.
Tulisan ini akan membahas:
bagaimana Nabi pertama kali melaksanakan shalat Id di Madinah
praktik hari raya pada masa sahabat
atsar sahabat tentang hari raya
hikmah syariat Idul Fitri dan Idul Adha

1. Kapan Shalat Id Pertama Kali Dilaksanakan?
Para ulama sejarah menjelaskan bahwa shalat Id pertama kali disyariatkan pada tahun kedua hijriyah.
Ini adalah tahun yang sama dengan disyariatkannya:
puasa Ramadhan
zakat fitrah
Penjelasan Ibnu Qudamah
قال ابن قدامة:
أَوَّلُ مَا صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ صَلَاةَ الْعِيدِ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ مِنَ الْهِجْرَةِ.
Artinya:
“Pertama kali Nabi ﷺ melaksanakan shalat Id pada tahun kedua hijriyah.”¹
Sejak saat itu, shalat Id terus dilakukan oleh Nabi hingga beliau wafat.

Baca juga
2. Nabi Melaksanakan Shalat Id di Tanah Lapang
Sunnah Nabi adalah melaksanakan shalat Id di tanah lapang (mushalla), bukan di dalam masjid.
Hadis
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال:
**كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى.**²
Artinya:
“Nabi ﷺ keluar menuju tanah lapang pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”

3. Nabi Mengajak Semua Kaum Muslimin Menghadiri Shalat Id
Bahkan perempuan dianjurkan hadir dalam shalat Id.
Hadis Ummu ‘Athiyah
قالت أم عطية رضي الله عنها:
**أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ فِي الْعِيدَيْنِ.**³
Artinya:
“Kami diperintahkan untuk mengajak keluar para gadis dan wanita haid pada hari raya.”
Namun wanita haid tidak ikut shalat, hanya menghadiri khutbah dan doa.

4. Bertakbir di Hari Raya
Salah satu syiar terbesar hari raya adalah takbir.
Allah berfirman:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ
(QS Al-Baqarah 185)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar takbir pada malam Idul Fitri.

5. Sunnah Nabi pada Hari Raya
Beberapa sunnah yang dilakukan Nabi pada hari raya:
1. Mandi sebelum shalat Id
قال ابن عمر:
**كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ.**⁴
Artinya:
“Ibnu Umar mandi pada hari Idul Fitri.”
2. Memakai pakaian terbaik
قال ابن عمر:
**كَانَ النَّبِيُّ يَلْبَسُ أَجْمَلَ ثِيَابِهِ فِي الْعِيدِ.**⁵
Artinya:
“Nabi memakai pakaian terbaiknya pada hari raya.”
3. Makan sebelum shalat Idul Fitri
قال أنس رضي الله عنه:
**كَانَ النَّبِيُّ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ.**⁶
Artinya:
“Nabi tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma.”

Baca juga 

6. Atsar Sahabat Tentang Hari Raya
Berikut beberapa atsar sahabat yang menunjukkan bagaimana mereka memuliakan hari raya.
1. Ucapan Selamat Hari Raya
قال جبير بن نفير:
**كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ ﷺ إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ قَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ.**⁷
Artinya:
“Para sahabat Nabi ketika bertemu pada hari raya saling mengucapkan:
Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.”
2. Umar bin Khattab Mengagungkan Hari Raya
قال عمر رضي الله عنه:
الْعِيدُ يَوْمُ شُكْرٍ لِلَّهِ.
Artinya:
“Hari raya adalah hari bersyukur kepada Allah.”⁸
3. Ali bin Abi Thalib
قال علي رضي الله عنه:
كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللَّهُ فِيهِ فَهُوَ عِيدٌ.
Artinya:
“Setiap hari yang tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah adalah hari raya.”⁹
4. Ibnu Abbas
قال ابن عباس:
الْعِيدُ لِلْمُطِيعِينَ.
Artinya:
“Hari raya adalah milik orang-orang yang taat.”¹⁰
5. Abdullah bin Umar
قال نافع:
**كَانَ ابْنُ عُمَرَ يُكَبِّرُ يَوْمَ الْعِيدِ.**¹¹
Artinya:
“Ibnu Umar bertakbir pada hari raya.”
6. Anas bin Malik
قال أنس:
**كَانُوا يَتَجَمَّلُونَ فِي الْعِيدِ.**¹²
Artinya:
“Mereka berhias pada hari raya.”
7. Abu Hurairah
قال أبو هريرة:
إِظْهَارُ السُّرُورِ فِي الْعِيدِ مِنَ السُّنَّةِ.
Artinya:
“Menampakkan kegembiraan pada hari raya termasuk sunnah.”¹³
8. Abdullah bin Mas'ud
قال ابن مسعود:
مَنْ أَحْسَنَ فِي يَوْمِ الْعِيدِ زَادَهُ اللَّهُ فَضْلًا.
Artinya:
“Siapa yang berbuat baik pada hari raya, Allah akan menambah keutamaannya.”¹⁴

7. Hari Raya dalam Pandangan Ulama
Ibnu Taimiyah berkata:
**الأَعْيَادُ مِنْ أَعْظَمِ شَعَائِرِ الإِسْلَامِ.**¹⁵
Artinya:
“Hari raya termasuk syiar Islam yang paling besar.”

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
Shalat Id pertama kali dilakukan pada tahun kedua hijriyah.
Nabi melaksanakan shalat Id di tanah lapang bersama seluruh kaum Muslimin.
Hari raya memiliki banyak sunnah yang diajarkan oleh Nabi.
Para sahabat sangat memuliakan hari raya sebagai syiar Islam.
Dengan mengikuti sunnah Nabi dan para sahabat, umat Islam dapat merayakan hari raya dengan cara yang penuh keberkahan.
Wallahua'lam Bishawab 

Baca juga 

Catatan Kaki
1. Ibnu Qudamah, Al-Mughni, Juz 2 hlm 224
2, HR Bukhari no 956
3. HR Bukhari no 971
4. Malik, Al-Muwatha' 428
5. Baihaqi, As-Sunan Al-Kubra
6. HR Bukhari no 953
7. Fathul Bari 2/446
8. Musannaf Ibn Abi Shaybah 2/165
9. Lathaif al-Ma'arif hlm 277
10. Musannaf Ibn Abi Shaybah
11. Sunan Daruquthni
12. Musannaf Ibn Abi Shaybah
13. Al-Istidzkar
14. Hilyatul Auliya
15. Iqtidha' Ash-Shirath Al-Mustaqim

#asal usul idul fitri
#asal usul idul adha
#sejarah hari raya islam
#sejarah idul fitri
#sejarah idul adha
#nairuz dan mihrajan
#hari raya sebelum islam
#hadis tentang hari raya
#sejarah islam madinah
#syariat hari raya islam
#idul fitri dalam islam
#idul adha dalam islam
#tradisi jahiliyah dan islam
#pendapat ulama tentang hari raya
#fatwa ulama tentang idul fitri
#fiqih hari raya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTAHAN ILMIAHTERHADAP KLAIM PEMBATASAN KAIFIYAH WITIR TIGA RAKAAT(Telaah Hadits Shahih, Atsar Salaf, dan Kaidah Istidlāl)

Penjelasan singkat perbedaan waktu Maghrib antara jadwal edaran Purbalingga (PCNU atau Kemenag yang di jadikan pedoman Masjid, Mushola, Radio/TV) dan aplikasi ASR berpedoman BMKG

RIZKI, ASAP ROKOK, DAN KETELA GORENG PANAS