Postingan

Menampilkan postingan dengan label jauhar dan a'rad

KESALAHAN KATEGORI DALAM PENETAPAN AWAL RAMADHAN Integrasi Ma‘qūlāt, Uṣūl Fiqh, dan Manqūlāt dalam Kritik Hisab Modern

Gambar
Baca juga  ketika melihat dipaksa menjadi menghitung: drama tahunan kesalahan membaca teks hadis Abstract Artikel ini mengkaji problem epistemologis dalam penetapan awal Ramadhan melalui pendekatan hisab modern dengan menggunakan kerangka ma‘qūlāt (jauhar–a‘rāḍ), uṣūl fiqh (tahqīq al-manāṭ dan ta‘abbud), serta manqūlāt dari ulama klasik. Temuan menunjukkan bahwa dominasi hisab berpotensi menggeser struktur ontologis hukum dari basis normatif (ru’yah) menjadi basis naturalistik (data astronomi), yang dalam perspektif mantik merupakan bentuk qalb al-ḥaqīqah (pembalikan hakikat). Artikel ini menawarkan rekonstruksi metodologis dengan menempatkan hisab sebagai alat bantu, bukan pengganti rukyat. Keywords Ru’yah, Hisab, Ma‘qūlāt, Jauhar, A‘rāḍ, Uṣūl Fiqh, Epistemologi Islam 1. Pendahuluan Perdebatan antara rukyat dan hisab dalam penentuan awal Ramadhan sering diposisikan sebagai konflik antara tradisi dan sains. Namun reduksi ini menutupi problem yang lebih mendasar, ya...