Postingan

Menampilkan postingan dengan label rukyat bukan hisab

Ketika Ayat Diseret ke Hisab: Kritik Tafsir atas Distorsi Makna Hilal dalam Penetapan Ramadhan

Gambar
Baca juga  KESALAHAN KATEGORI DALAM PENETAPAN AWAL RAMADHAN Integrasi Ma‘qūlāt, Uṣūl Fiqh, dan Manqūlāt dalam Kritik Hisab Modern Pendahuluan: Masalah Bukan Sekadar Metode, Tapi Cara Memahami Ayat Perdebatan hisab vs rukyat sering dipersempit menjadi soal “metode teknis”. Padahal akar masalahnya jauh lebih dalam: bagaimana memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang hilal dan fungsi bulan. Sebagian pihak mengklaim: “Al-Qur’an sudah menyebut hisab, maka hisab bisa jadi dasar penetapan Ramadhan.” Pernyataan ini tampak ilmiah—namun jika diteliti dengan disiplin tafsir, terdapat loncatan makna (jumping conclusion) yang serius. 1. Hilal dalam Tafsir: Objek Visual, Bukan Sekadar Perhitungan Ayat paling sentral: QS. Al-Baqarah: 189 يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ ٱلْبِرُّ بِأَن تَأْتُواْ ٱلْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ ٱلْبִرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَأْتُواْ ٱلْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَٰبِهَا ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ ...