Postingan

Menampilkan postingan dengan label kajian kehidupan

Part 4 Langkah Awal yang Sering Diabaikan: Cara Menilai Penyakit Sebelum Bertindak

Gambar
baca juga  Part 3 Ketika Diagnosis Menjadi Keliru: Bahaya Menyederhanakan Penyakit antara Medis, Psikis, dan Gaib Malam berikutnya, hujan tidak turun. Udara masih dingin, tapi langit lebih bersih. Selepas Isya, seperti malam sebelumnya, empat orang itu kembali duduk di serambi masjid. Bedanya, kali ini ada satu orang baru. “Ini Kang Ali,” kata Kang Somad. “Katanya pengin ikut nimbrung, tapi sudah saya bilang—di sini obrolannya suka ‘mbulet’.” Kang Ali tersenyum tipis. “Tidak apa-apa. Yang penting jangan muter-muter tanpa arah.” Kang Jalil langsung nyeletuk: “Wah, ini kelihatannya modelan Irfan versi upgrade.” Irfan tertawa. “Berarti nanti saya ada teman.” Kiai Dul Hadi hanya tersenyum. “Malah bagus. Supaya tidak ada yang terlalu nyaman dengan pendapatnya sendiri.” Mengulang Benang Merah  Kang Ali langsung masuk: “Saya dengar tadi malam bahas soal salah diagnosis ya?” Somad mengangguk. “Iya. Banyak orang keliru di awal.” Ali mengangguk pelan. “Kalau begitu, pertanya...