Part 1 Antara Ayat dan ObatJagongan Serambi Masjid di Malam Hujan
Baca juga Al-Qur’an sebagai Syifā’: Antara Pengalaman Nyata, Dalil Wahyu, dan Batas Ikhtiar Hujan turun pelan sejak rakaat terakhir Isya. Air menetes dari ujung genting, membentuk irama yang tenang. Jamaah sudah pulang. Tinggal empat orang yang masih bertahan. “Koyoké durung iso muleh iki…” Kang Somad tersenyum, menatap halaman masjid yang mulai becek. “Malah enak,” sahut Kang Jalil sambil menarik sarungnya. “Ngopi nang kene, hujan-hujan, mantap.” Kang Irfan mendengus pelan. “Ngopi boleh. Tapi jangan mulai cerita aneh-aneh lagi.” Jalil melirik, setengah menantang. “Aneh menurutmu, belum tentu aneh menurut yang lain, Fan.” Di sudut, Kiai Dul Hadi tersenyum tipis. Beliau belum bicara. Percikan Awal “Ngomong-ngomong,” kata Irfan, “aku heran. Kok sekarang banyak orang sakit, bukannya ke dokter dulu, malah ke sampeyan, Mad?” Somad menggaruk kepala. “Lha aku juga nggak pernah nawarin. Mereka datang sendiri.” “Terus sampeyan obati pakai apa?” “Ya… paling di...