Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesalahpahaman aqiqah

​**Benarkah Anak yang Tidak Diaqiqahi Tidak Bisa Memberi Syafaat? Telaah Hadis, Sanad, dan Pendapat Ulama**

Gambar
Baca juga  ketika anak menjual' harta orang tua tanpa sepengetahuannya Keutamaan Shalat di Masjidil Haram Muqaddimah Suatu malam selepas pengajian, seorang jamaah datang dengan wajah penuh kegelisahan. Ia berkata: “Saya punya beberapa anak… tapi baru satu yang bisa saya aqiqahi. Setelah membaca sebuah caption, saya jadi takut… katanya anak yang tidak diaqiqahi tidak bisa memberi syafaat, bahkan tidak tumbuh normal. Apakah itu benar?” Kegelisahan seperti ini muncul karena kurangnya pemahaman terhadap dalil secara utuh. Dalil Utama Aqiqah Hadis Nabi ﷺ: عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى Artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad¹. Takhrij Hadis (Analisis Sanad) Salah satu sanad kuat: مسدد → حماد بن زيد →...