KETIKA AHWA MEMILIH KEMBALI: ENAM SUARA MENANG, TIGA SUARA KALAH—LALU BAGAIMANA NASIB SUARA WARGA NU?
Sebuah catatan tentang AHWA, perbedaan pandangan, rekam kepemimpinan, dan kegelisahan warga Nahdliyyin Baca juga ketika AHWA memilih kembali:apakah akal sehat dan hati nurani telah dikaramkan? Ada keputusan yang cukup kita terima. Ada keputusan yang perlu kita hormati. Tetapi ada pula keputusan yang, meskipun sudah diketuk, tetap menyisakan pertanyaan. Bukan karena kita tidak menghormati para kiai. Bukan karena kita merasa lebih alim daripada mereka. Bukan pula karena kita ingin menggugat keputusan Muktamar. Tetapi karena kita adalah warga Nahdliyyin. Dan NU bukan sekadar organisasi yang mengajarkan kita untuk patuh. NU juga mewarisi tradisi bermusyawarah, berpikir, berbeda pendapat, mencari maslahat, dan mempertanggungjawabkan amanah. Maka ketika seorang Rais Aam yang sebelumnya telah memimpin satu periode kemudian kembali dipilih untuk masa khidmah berikutnya, sementara di tengah warga masih terdengar banyak kegelisahan, bertanya bukanlah dosa. Bertanya ad...