Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik NU

NU BUKAN WARISAN KEKUASAAN Ketika Amanah Diperebutkan, Marwah Dipertaruhkan

Gambar
Sebuah Catatan Kritis dari Akar Rumput untuk Para Pemegang Amanah NU baca juga  Rois aam terburuk sepanjang perjalanan ketika AHWA memilih kembali enam suara dan tiga suara بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Ada saatnya seorang nahdliyin harus berhenti hanya menjadi orang yang  manut . Ada saatnya kita harus bertanya. Ada saatnya kita harus mengingatkan. Dan ada saatnya kita harus berkata: “Mohon maaf, ini bukan soal siapa yang kita sukai dan siapa yang tidak kita sukai. Ini soal masa depan NU.” Sebab kecintaan kepada NU tidak boleh membuat akal sehat kita mati. Ketaatan kepada ulama tidak boleh berubah menjadi kultus individu. Dan penghormatan kepada pengurus tidak boleh berarti menyerahkan seluruh kewarasan kita kepada keputusan manusia. NU adalah jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah. Di dalamnya ada agama, ada umat, ada amanah, ada ilmu, ada akhlak, dan ada tanggung jawab di hadapan Allah. Maka ketika urusan kepemimpinan mulai menimbulkan kegelisahan di akar rumput...